BEKASI – Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan EPA Championship U19 2026 di Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Minggu (5/4). Kendal Tornado FC U19 harus bermain imbang 2-2 melawan Persekat Tegal U19 setelah kegagalan mengeksekusi peluang emas di detik-detik terakhir pertandingan.
Pelatih Kendal Tornado FC U19, Syaiful Bachri mengungkapkan rasa sesalnya setelah timnya mendapatkan hadiah penalti di penghujung laga namun gagal dikonversi menjadi gol kemenangan. Berdasarkan laporan pertandingan, laga berakhir dengan skor sama kuat 2-2.
"Ya gimana lagi, itu sudah belum beruntung. Sudah ada peluang penalti, tinggal satu gol selesai. Tapi itulah namanya sepak bola," ujar sang pelatih usai laga.
Meskipun sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat Arga Ardira Saputra pada menit ke-8, konsentrasi pemain Kendal Tornado U19 sempat menurun di pertengahan babak pertama. Hal ini dimanfaatkan oleh Persekat U19 melalui gol Alfredo Arga Evan Mahendra (menit 18) dan Dynasti Rama (menit 42).
Pelatih mencatat bahwa anak asuhnya sempat kehilangan kendali permainan. "Dari awal kita menang (unggul), tapi berapa menit kita malah agak turun, akhirnya bisa dimanfaatkan mereka untuk cetak gol," jelasnya.
Namun, ia memuji respon tim di babak kedua yang terus menekan hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Mereka berhasil mencetak gol melalui Joiner Kareth pada menit ke-85.
"Kalau memang kita tadi sebenarnya dari awal kita menang, tapi berapa menit kita malah agak turun. Akhirnya bisa dimanfaatkan mereka, akhirnya dia bisa cetak gol. Tapi babak kedua kita nggak mau turun, akhirnya mereka kita tekan terus. Akhirnya kita bisa kembalikan, terus terakhir kita dapat peluang penalti itu emang handsball ya, tapi ya itu namanya belum rezeki, nggak gol," tutupnya.