Persiba U19 Ditahan Imbang PSPS U19, Aidin Elmi Soroti Kedisplinan Set Piece dan Fisik Pemain

Persiba U19 Ditahan Imbang PSPS U19, Aidin Elmi Soroti Kedisplinan Set Piece dan Fisik Pemain

9 April 2026

EPA CHAMPIONSHIP U19 2026 PERSIBA BALIKPAPAN U19

BEKASI – Persiba Balikpapan U19 harus rela berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru U19 dalam lanjutan laga ketiga Grup A Elite Pro Academy (EPA) Championship U19, Kamis (8/4). Meskipun sempat unggul lebih dulu, skuat Beruang Madu Muda gagal mempertahankan kemenangan hingga peluit panjang dibunyikan.

Persiba U19 membuka keunggulan pada menit ke-12 melalui gol Fabio Royyan. Namun, PSPS U19 berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Doni Aditya pada menit ke-27. Laga ini berlangsung dengan tensi tinggi, di mana kedua tim harus bermain dengan 10 orang setelah Fabio Royyan (48') dan Doni Aditya (80') diganjar kartu merah oleh wasit.

Meski terdapat beberapa keputusan pengadil lapangan yang kontroversial, pelatih Persiba U19, Aidin Elmi, memilih untuk memberikan catatan mendalam terkait performa teknis anak asuhnya. Ia menyoroti beberapa aspek krusial yang menyebabkan timnya gagal meraih poin penuh.

Aidin mengungkapkan bahwa gol balasan lawan terjadi karena kurangnya disiplin pemain dalam mengantisipasi situasi bola mati (set piece), padahal instruksi spesifik telah diberikan sebelum laga.

Faktor kelelahan akibat jadwal padat tiga pertandingan berturut-turut diakui memengaruhi performa tim. Menurutnya, stamina pemain mulai terlihat mengendur, terutama saat memasuki menit-menit akhir pertandingan.

"Di sisi positif, saya memuji determinasi tinggi dan kemampuan pemain dalam menjaga organisasi permainan yang tetap kompak meskipun harus bermain dengan kekurangan pemain sejak awal babak kedua," ujarnya selepas laga.

Terlepas dari hasil imbang tersebut, Aidin Elmi melihat adanya progres positif dari pertandingan pertama hingga ketiga. Ia mengapresiasi mentalitas pejuang yang ditunjukkan para pemain Persiba U19 yang mampu bertahan dengan disiplin tinggi hingga menit ke-90 meski dalam tekanan lawan.

"Secara permainan saya puas dengan anak asuh saya. Ada progres yang terlihat, terutama bagaimana mereka tetap konsisten bermain kolektif dan kompak di lapangan," tambahnya.