Laga Home PSIM Menjamu PSM Digelar Tanpa Penonton

Laga Home PSIM Menjamu PSM Digelar Tanpa Penonton

13 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 PSIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA -- Laga kandang PSIM Yogyakarta melawan PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League 2026/27 dipastikan digelar tanpa kehadiran penonton. Pertandingan ini akan tetap dilangsungkan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10) dengan kickoff pukul 15.30 WIB.

Penyesuaian operasional ini harus dilakukan lantaran jadwal pertandingan berdekatan dengan persiapan agenda nasional di kawasan stadion, yakni Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh 2026 yang akan terselenggara pada Minggu (18/10) mendatang.

Ketua Match Organizing Committee (MOC) atau Panitia Pelaksana PSIM, Ermantino Handokomulyo, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tetap memberikan izin penggunaan stadion, namun dengan syarat pembatasan massa guna menjamin kelancaran acara nasional tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Pemkab Bantul dan pihak kepolisian yang mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton. Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama," ungkap Ermantino, Senin (12/10) malam.

Guna memastikan kondusivitas, Panitia Pelaksana akan melakukan sterilisasi ketat di area luar hingga Ring 1 stadion selama hari pertandingan. Hanya tim, ofisial, dan pihak berkepentingan dengan akreditasi resmi yang diizinkan memasuki area stadion.

MOC dan Manajemen PSIM sangat memahami kekecewaan Brajamusti dan The Maident yang tidak bisa mengawal laga krusial ini dari tribun. Meski terasa berat, kami secara tegas mengimbau seluruh elemen suporter untuk tidak memaksakan diri datang ke kawasan stadion atau menggelar konvoi di jalanan.

"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pendukung setia PSIM untuk mematuhi aturan ini. Doa dan energi positif dari kediaman masing-masing akan tetap sampai dan menjadi kekuatan utama perjuangan Laskar Mataram di lapangan," pungkas Ermantino.