PAMEKASAN - Madura United FC kembali bergerak di bursa transfer jelang bergulirnya musim 2026/27. Laskar Sape Kerrab resmi memperkuat komposisi skuat dengan mendatangkan bek sayap muda, Dede Sapari.
Kedatangan pemain 22 tahun itu bukan sekadar menambah kedalaman tim. Direktur Madura United Annisa Zhafarina menyebut Dede adalah jawaban atas tuntutan taktik modern yang ingin diterapkan pelatih musim ini.
Nisa menegaskan, standar bek sayap di timnya kini sudah berbeda. Namun, dia butuh pemain di posisi tersebut, yang menjadi dinamo permainan.
"Modernisasi taktik di Madura United menuntut standar yang sangat tinggi dari seorang bek sayap. Kami tidak lagi mencari bek yang hanya diam bertahan, melainkan pemain yang bisa menjadi dinamo permainan dari lini belakang hingga lini serang. Profil itulah yang kami temukan dalam diri Dede Sapari," ujarnya.
Wanita berusia 31 tahun ini memuji habis karakter mantan pemain PSIM Yogyakarta ini. Menurutnya, pengalaman dan gaya bermain Dede sangat cocok untuk menjaga keseimbangan tim di kompetisi level tertinggi.
"Dede memiliki agresivitas, work rate yang luar biasa, dan kecerdasan transisi yang kami butuhkan untuk menjaga keseimbangan tim. Di kompetisi seketat Super League, kami butuh pemain yang siap bertarung dan langsung memberikan dampak instan di lapangan sejak hari pertama," jelasnya.
Dengan work rate tinggi dan kemampuan naik-turun, pemain yang pernah berkostum Persik Kediri ini diharapkan bisa langsung nyetel dan menghidupkan sisi sayap Madura United. Dia ditargetkan tidak butuh adaptasi lama.
"Kedatangan Dede adalah bukti nyata bahwa Madura United tidak pernah menurunkan standar ambisi kami untuk terus bersaing di papan atas," tandasnya.