Oleh: Tim Football Academy I.League
DALAM sepak bola, kita sering mengasosiasikan yang terbaik dengan dominasi penguasaan bola dan agresivitas serangan yang tinggi. Namun, PS Barito Putera mematahkan stigma tersebut sampai saat ini. Mereka hadir sebagai sebuah anomali statistik: Tim yang paling efektif, bukan yang paling dominan.

Perhatikan profil metrik pada radar. Barito Putera berada di Peringkat 13 dalam Penguasaan Bola dan hanya di Peringkat 6 untuk Total Tembakan. Secara teori, ini adalah statistik tim papan tengah. Namun, kunci keberhasilan mereka terletak pada spesialisasi. Grafik ini menunjukkan lonjakan ekstrem pada dua metrik vital: Mereka adalah Peringkat 1 dalam umpan jauh dan peringkat 3 dalam duel udara. Ini menunjukkan identitas taktis yang jelas: High Risk, High Reward melalui distribusi langsung.

Penerapan data tersebut terlihat jelas sejak menit pertama. Seperti yang terlihat dalam klip ini, filosofi mereka adalah 'Bypassing Midfield' atau melewati lini tengah. Alih-alih melakukan progresi bertahap yang berisiko diintersep, mereka mengirimkan bola langsung ke final third. Akurasi umpan jauh ini memaksa lawan berduel di udara, area dimana Barito Putera memiliki keunggulan fisik. Dari gol pertama di musim 2025/2026 ini, kita melihat cetak biru permainan mereka: Umpan jauh akurat, duel udara dimenangkan, dan konversi peluang yang efisien. Mereka tidak butuh banyak bola untuk menang, mereka hanya butuh bola tersebut berada di area yang tepat, secepat mungkin.
Bagaimana sebuah tim bisa menjadi ancaman serius di kotak penalti tanpa menguasai lini tengah? Jawabannya terletak pada efisiensi rute distribusi. Barito Putera menerapkan filosofi 'Bypassing Midfield' sebuah pendekatan yang memangkas fase build-up untuk langsung menyerang jantung pertahanan lawan.

Diagram ini membedah rute distribusi bola mereka. Perhatikan garis kuning yang melengkung melewati zona tengah. Secara statistik, Barito Putera berada di Peringkat 13 untuk 'umpan ke final third'. Artinya, mereka jarang melakukan progresi bola secara bertahap melalui gelandang. Namun, mereka melompat langsung ke tahap akhir. Dengan menjadi Peringkat 1 dalam umpan jauh (14.0 per laga), mereka memindahkan bola dari zona hijau (pertahanan) langsung ke zona merah (kotak penalti). Hasilnya? Mereka mencatatkan 31.0 Sentuhan di Kotak Penalti per laga (Peringkat 4). Ini adalah konversi langsung dari direct play menjadi ancaman nyata.

Dalam foto di atas, kita melihat eksekusi. Bola tidak dialirkan mendatar, melainkan dilambungkan melewati dua lini pertahanan lawan sekaligus. Tujuannya ganda: Pertama, menciptakan peluang instan di kotak penalti. Kedua, dan yang tak kalah penting, adalah manajemen risiko. Dengan menghindari duel di lini tengah, mereka meminimalkan risiko kehilangan bola di area di mana lawan biasanya melakukan pressing paling agresif. Barito Putera tidak bermain melalui lini tengah, mereka bermain di atas lini tengah.
Jika 'umpan jauh' adalah metode distribusi mereka, maka 'bola udara' adalah metode eksekusi mereka. Barito Putera tidak hanya memindahkan bola ke depan dengan cepat, mereka juga tahu persis bagaimana memanfaatkannya: dengan mendominasi pertarungan di udara.

Ini memvalidasi identitas taktis mereka. Perhatikan posisi Barito Putera di pojok kanan atas. Data menunjukkan korelasi positif yang mematikan: Mereka berada di Peringkat 3 untuk umpan silang sukses, yang secara langsung dikonversi menjadi Peringkat 2 dalam Kemenangan duel udara. Ini bukan sekadar membuang bola ke kotak penalti, ini adalah kalkulasi di mana mereka tahu mereka memiliki keunggulan fisik (superioritas) terhadap bek lawan.

Barito Putera secara aktif memaksakan permainan ke sisi sayap. Tujuannya sederhana: menarik bek lawan keluar dari posisinya, lalu mengirimkan umpan silang lambung ke area penalti. Dengan kombinasi delivery akurat dan agresivitas penerima bola (aerial threat), skema ini menjadi sumber gol utama mereka. Mereka mengubah setiap situasi crossing menjadi peluang emas, bukan sekadar spekulasi. Bagi lawan, ini adalah dilema: Menutup sayap berarti membuka tengah, namun membiarkan mereka melakukan crossing sama saja dengan mengundang bahaya dari udara.
Banyak yang mengira strategi long ball hanya mengandalkan tendangan gawang dari kiper. Namun, bagi Barito Putera, Route One adalah sebuah sistem yang terstruktur rapi dimulai dari lini pertahanan.

Para pemain bertahan dan gelandang Barito Putera kerap turun sangat dalam, mendekati kotak penalti sendiri. Ini adalah jebakan taktis. Tujuannya adalah memancing garis pertahanan lawan untuk naik melakukan pressing. Begitu lawan terpancing keluar dari posisinya, ruang di belakang garis pertahanan lawan terbuka lebar. Saat itulah, bek tengah atau gelandang bertahan bertindak sebagai penyalur, melepaskan umpan jauh akurat ke lini depan. Inilah alasan mengapa mereka menjadi Peringkat 1 dalam umpan jauh sekaligus peringkat 4 dalam sentuhan di kotak penalti. Mereka tidak membuang bola, mereka mengirimnya ke ruang kosong yang sengaja mereka ciptakan.
Strategi direct play dan set piece hanya akan efektif jika Anda memiliki target yang dominan. Di sinilah peran krusial Renan Alves. Dia bukan sekadar bek tengah, dia adalah sebuah anomali dalam sistem Barito Putera.

Renan Alves. Secara defensif, ia mencatatkan 51 sapuan bersih, menjadikannya salah satu bek terkuat di liga. Namun secara ofensif, ia telah mencetak 6 gol dan melepaskan 16 Tembakan. Statistik ini menegaskan bahwa ia berfungsi ganda: sebagai tembok pertahanan yang kukuh sekaligus target man tambahan yang mematikan.

Setiap kali situasi bola mati terjadi baik itu sepak pojok atau tendangan bebas, Renan Alves meninggalkan pos pertahanannya untuk masuk ke jantung kotak penalti lawan. Instruksinya jelas: Ia bukan pengalih perhatian, ia adalah tujuan akhir dari umpan tersebut. Kehadirannya memaksa lawan menarik bek terbaik mereka untuk menjaganya, yang seringkali menciptakan mismatch atau kekacauan struktur pertahanan lawan yang bisa dimanfaatkan pemain lain. Keberadaan Renan Alves adalah alasan utama mengapa strategi bola udara Barito Putera begitu sulit dihentikan. Dia memberikan jaminan keamanan di belakang, dan jaminan gol di depan.
Apakah gaya 'Long Ball & Cross' ini berkelanjutan? Ataukah lawan sudah mulai menemukan penawarnya?

Jika tim-tim lawan mulai beradaptasi dengan menerapkan Blok Rendah (Low Block) dan secara disiplin menutup akses ke sayap, suplai bola ke kotak penalti akan terhenti. Ketika ruang di sisi lapangan ini hilang, apakah mereka punya 'plan B' untuk membongkar pertahanan lawan melalui tengah? Ujian sesungguhnya bagi Barito Putera bukan lagi soal seberapa jauh mereka bisa melepaskan umpan, tapi seberapa cepat mereka bisa beradaptasi ketika rute favorit mereka ditutup rapat.