PSS Siapkan Improvisasi untuk 6 Laga Terakhir nan Krusial

PSS Siapkan Improvisasi untuk 6 Laga Terakhir nan Krusial

10 Maret 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025-26 PSS SLEMAN

SLEMAN – PSS Sleman memang mencatat kemenangan pada laga pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/26 lalu saat unggul 1-0 dari Persela Lamongan lewat gol tunggal Irvan Mofu. Dan sebagai catatan, walau berhasil mencetak gol cepat, Irvan Mofu harus ditarik keluar sebelum babak pertama usai.

Situasi ini memaksa tim pelatih PSS melakukan pergantian pemain yang bukan berposisi striker murni. Pasalnya pada pertandingan lawan Persela itu, striker andalan PSS, Gustavo Tocantins juga absen karena akumulasi kartu kuning.

Terkait kondisi dari laga di Lamongan itu, pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis menjelaskan bahwa dalam sepak bola situasi seperti ini bukan hal yang baru. Banyak tim besar yang pernah menghadapi kondisi serupa dan mampu mengatasinya dengan penyesuaian taktik.

“Dalam sepak bola itu sebenarnya bukan masalah besar. Banyak contoh dari tim bermain tanpa striker murni dengan skema false nine, dan itu bisa menjadi referensi bagi kami,” kata Ansyari Lubis.

Dalam sepak bola, dia menambahkan, segala sesuatunya bisa terjadi kapan pun termasuk kondisi pemain yang tidak selalu berada dalam kondisi ideal. Bagi dirinya hal tersebut harus diantisipasi dengan mempersiapkan opsi dan improvisasi taktik agar tim tetap kompetitif di setiap pertandingan.

“Dengan sisa enam pertandingan ini, semuanya bisa saja terjadi. Mulai dari kondisi pemain dan berbagai situasi lainnya. Karena itu secara taktik kami harus siap melakukan banyak improvisasi,” terang Ansyari Lubis.

Lebih lanjut lagi, improvisasi taktik bakal berjalan bila para pemain sudah mengerti konsep permainan yang diinginkan tim pelatih. Berkaitan dengan hal ini, Ansyari Lubis menilai para pemainnya sudah sering dilatih sehingga proses adaptasi berjalan baik dan cepat.

“Para pemain sudah memahami apa yang menjadi keinginan tim secara taktikal. Jadi ketika ada pemain yang harus dimainkan bukan di posisi aslinya, mereka sudah terbiasa karena di latihan kami juga melakukan berbagai penyesuaian,” ujarnya lagi.

Dengan persiapan tersebut, dia memastikan bahwa rotasi posisi pemain tidak menjadi kendala besar bagi tim. Adaptasi yang baik dari para pemain diharapkan mampu menjaga performa tim, meskipun harus tampil tanpa striker murni di lini depan.

PSS sendiri saat ini masih berada di puncak klasemen sementara Grup 2 atau Grup Timur dengan koleksi 45 poin, berjarak empat poin dari PS Barito Putera yang ada di peringkat dua dengan nilai 41.