Mitos Laga Perdana dan Kesalahan Individu Bayangi Kekalahan Persikad U19

Mitos Laga Perdana dan Kesalahan Individu Bayangi Kekalahan Persikad U19

3 April 2026

EPA CHAMPIONSHIP U19 2026 PERSIKAD U19

BEKASI – Persikad U19 harus menelan pil pahit dalam laga perdana Grup D Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 2026. Bertanding di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, pada Kamis (2/4), tim asuhan Apridiawan menyerah dengan skor tipis 2-3 dari Deltras FC U19 dalam laga yang diwarnai drama kartu merah dan aksi saling balas gol.

Pertandingan sudah berlangsung panas sejak menit awal. Persikad U19 tertinggal lebih dulu setelah pemain Deltras U19, Muhammad Rasha, mencetak gol pada menit ke-14. Laskar Serigala Muda sempat memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Muhammad Nabil di menit ke-28.

Memasuki babak kedua, petaka mulai menghampiri Persikad U19. Pelanggaran di kotak terlarang membuat Deltras U19 kembali memimpin lewat penalti Faizal Rahmad pada menit ke-54. Kondisi semakin sulit bagi Persikad U19 setelah Ardian Syahputra menerima kartu kuning kedua di menit ke-57, memaksa mereka bermain dengan 10 orang.

Meski kalah jumlah pemain, Persikad U19 sempat menunjukkan mental baja dengan menyamakan skor menjadi 2-2 melalui Muhammad Reza Alfariz pada menit ke-69. Sayangnya, konsentrasi yang pecah di penghujung laga membuat Moch Ulum Andra berhasil mencetak gol kemenangan untuk Deltras U19 tepat di menit ke-90.

Pelatih Persikad U19, Apridiawan, menyayangkan hasil yang tidak memihak timnya meski secara permainan anak asuhnya mampu mengimbangi lawan. Mantan pelatih Nusantara United FC ini menyoroti beberapa faktor non-teknis, termasuk cuaca yang kurang mendukung di lapangan.

"Pertandingan selesai walaupun cuaca tidak mendukung dan hasil belum memihak ke kita. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar tim ke depannya lebih baik lagi," ujar Apridiawan usai laga.

Dalam analisisnya, Apridiawan menilai strategi permainan (style of play) Persikad U19 sebenarnya sudah berjalan sesuai rencana. Namun, kesalahan-kesalahan mendasar dari individu pemain menjadi penyebab utama kegagalan mereka mengamankan poin.

"Evaluasi kami lebih banyak ke individual error. Secara tim, gaya main sudah baik, tapi kami akan perbaiki lagi dari sisi taktikal individual dan terutama masalah penyelesaian akhir atau finishing," tambah sang pelatih.

Kekalahan ini tidak membuat Persikad U19 tak patah arang. Apridiawan menegaskan bahwa timnya akan segera berbenah untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Adhyaksa FC Banten U19 pada pekan selanjutnya. Ia berharap jeda waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para pemain.