GIANYAR — Awal musim BRI Super League 2026/27 menjadi ujian berat bagi klub promosi Isenmulang Kalteng FC. Tim yang sebelumnya bernama Adhyaksa FC Banten ini harus menerima kenyataan pahit setelah menelan dua kekalahan beruntun pada laga tandang di pekan-pekan awal kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut.
Setelah ditundukkan Arema FC dengan skor 0-4 pada pekan pertama di Stadion Kanjuruhan Malang, Isenmulang Kalteng FC kembali menelan kekalahan kali ini dengan skor 1-4 dari Bali United FC pada pekan kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Menanggapi hasil buruk di dua laga perdana tersebut, Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun kembali kepercayaan diri para pemain serta mendorong proses adaptasi tim di kasta tertinggi.
"Yang paling pertama yang memang harus kita lakukan adalah memberikan kepercayaan kepada pemain. Seperti dari awal saya katakan, tim ini perlu beradaptasi dengan level Super League," ujar Mundari Karya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar skuad yang dimiliki saat ini merupakan para pemain yang membawa Adhyaksa FC promosi dari Championship 2025/26, ditambah beberapa pemain asing baru yang belum pernah mencicipi atmosfer sepak bola Indonesia.
"Hampir semua pemain ini adalah pemain yang mengangkat Adhyaksa sebelumnya ke Super League, cuma ditambah beberapa pemain yang belum pernah main di Indonesia juga. Jadi perlu beradaptasi, dan itu yang akan kita lakukan terus sambil memberi kepercayaan kepada pemain agar saling percaya," tambahnya.
Mundari menganggap wajar jika timnya masih mencari bentuk permainan terbaik. Menurutnya, sebuah tim promosi memerlukan waktu minimal hingga pekan kelima untuk benar-benar padu dan memperlihatkan karakter permainannya secara utuh.
"Ini baru dua pertandingan. Kalau untuk tim baru seperti ini, menurut saya butuh sekitar lima pertandingan baru kelihatan bentuknya seperti apa dan apa yang akan kita lakukan ke depan," jelas eks pelatih tim nasional tersebut.
Selain fokus pada pembenahan taktik dan psikologis pemain, manajemen Isenmulang Kalteng FC juga tengah bergerak untuk memanfaatkan sisa kuota pemain asing demi memperkuat kedalaman skuad sebelum bursa transfer ditutup.
"Sampai saat ini kita belum menambah kuota pemain asing. Kita masih ada 10 pemain, jadi masih ada slot satu lagi. Kita masih tunggu dan evaluasi sampai tanggal 23 (September), pemain di posisi mana yang kira-kira kita butuhkan untuk menambah kekuatan tim," tutup Mundari.
Dengan jeda kompetisi dan evaluasi yang sedang berjalan, Isenmulang Kalteng FC diharapkan dapat segera bangkit dan meraih poin perdana mereka di laga berikutnya.