TANGERANG -- Pelatih Dewa United Banten FC, Osmar Loss, menuntut anak asuhnya untuk tampil lebih efektif dan jeli memanfaatkan peluang di lini depan menjelang laga tandang berat melawan Borneo FC. Pertandingan pekan ketiga BRI Super League 2026/27 tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Rabu (16/9) mendatang.
Tuntutan tersebut disampaikan Osmar Loss menyusul evaluasi performa lini serang timnya pada laga sebelumnya melawan Bhayangkara FC. Meski menguasai jalannya laga, Banten Warriors sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan yang menumpuk banyak pemain di lini belakang.
Osmar menggarisbawahi bahwa menguasai bola saja tidak cukup jika tidak dituntaskan dengan penyelesaian akhir yang tajam. Ia terus menggembleng taktik tim agar lebih kreatif menciptakan ruang dan mencetak gol.
"Tugas kami adalah merancang strategi dan konsep taktik yang bisa membantu para pemain mendapatkan peluang penyelesaian akhir yang lebih baik. Dalam sepak bola, menguasai bola memang penting, tetapi kita harus melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menciptakan pergerakan yang berbuah peluang nyata," ujar Osmar Loss.
Menghadapi tim yang bertahan sangat dalam seperti Bhayangkara FC pada laga lalu memberikan pelajaran berharga bagi pelatih asal Brasil tersebut. Menurutnya, skuat Dewa United harus memiliki variasi serangan saat ruang gerak mereka dibatasi. Apalagi Borneo FC juga dikenal dengan lini belakang yang compact. Hal ini terlihat mereka mampu mendapatkan cleansheet saat jumpa Persijap Jepara dengan sukses menang 1-0.
"Saat lawan menumpuk delapan hingga sembilan pemain di area penalti dan mengandalkan serangan balik, kami dituntut menemukan solusi. Di laga lalu, kami mencoba melepaskan lebih banyak umpan silang untuk memenangkan bola kedua (second ball) di dalam kotak penalti. Saya senang tim bisa beradaptasi dan menciptakan peluang," tambahnya.
Bertandang ke markas Borneo FC yang terkenal tangguh di kandang, Osmar Loss berharap ketajaman dan efektivitas lini depan Dewa United bisa maksimal demi mengamankan poin penuh di Samarinda.