BANGKALAN – Dewa United Banten FC sukses mencuri poin penuh di markas Madura United FC pada laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/26, namun kemenangan 1-2 di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (25/4), menyisakan catatan penting bagi sang jenderal lini belakang, Nick Kuipers.
Meski Banten Warriors berhasil melakukan comeback dramatis lewat brace Ricky Kambuaya (48’, 53’), Kuipers tak segan mengkritik start buruk timnya yang sempat tertinggal oleh gol kilat Junior Brandao di menit ke-6.
Berbicara usai laga, pemain asal Belanda tersebut mengakui bahwa 15 menit pertama adalah periode "mati suri" bagi Dewa United.
"Saya pikir kami tidak memulai pertandingan dengan baik. Tidak cukup tajam dan sedikit kehilangan semangat," cetus Kuipers jujur. Menurutnya, kelengahan itulah yang membiarkan tuan rumah memegang kendali lebih dulu.
Namun, ia mengapresiasi cara timnya tetap tenang dan perlahan mengambil alih penguasaan bola hingga menemukan ritme untuk membalas.
Bagi bek bernomor punggung dua ini, pahlawan sebenarnya bukan hanya pencetak gol, melainkan para pemain pengganti yang dimasukkan di babak kedua. Perubahan taktik pelatih terbukti ampuh mengubah peta kekuatan di lapangan.
"Pujian terbesar hari ini layak diberikan kepada pemain yang masuk dari bangku cadangan. Mereka benar-benar mengubah jalannya pertandingan," tegas Kuipers. "Seperti kata pelatih, inilah kualitas kami; memiliki pemain dengan karakter berbeda yang bisa memberi dampak instan."
Meski pulang dengan tiga poin, Kuipers memberikan catatan kritis terkait penyelesaian akhir. Ia menilai Dewa United seharusnya bisa menang lebih meyakinkan daripada sekadar skor tipis yang membuat jantung pendukung berdegup kencang hingga peluit akhir.
"Seharusnya kami bisa mencetak gol tambahan, membuat skor jadi 3-1 atau 4-1 dan menutup pertandingan lebih cepat. Kami malah membuat situasi sulit dengan membiarkan keunggulan 1-2 bertahan terlalu lama," jelasnya.
Jadwal padat BRI Super League tidak memberikan waktu bagi Dewa United untuk bersantai. Kemenangan ini pun langsung diparkir untuk fokus ke laga berikutnya yang hanya berjarak tiga hari.