SAMARINDA -- Dewa United FC harus menjalani periode krusial dan menguras fisik pada awal musim BRI Super League 2026/27. Tim berjuluk Banten Warriors tersebut dihadapkan pada jadwal super padat, yakni melakoni tiga pertandingan kompetitif hanya dalam kurun waktu 10 hari.
Rangkaian jadwal padat Dewa United dimulai saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Banten International Stadium, Serang pada Jumat (11/9). Hanya berselang lima hari, anak asuh Osmar Loss harus terbang ke Kalimantan Timur untuk menantang Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, pada Rabu (16/9).
Tak berhenti di situ, Dewa United harus langsung kembali ke markas untuk melakoni laga kandang kontra PSS Sleman pada Minggu (20/9).
Menanggapi rotasi pertandingan yang sangat singkat tersebut, pelatih Dewa United, Osmar Loss, menilai jadwal padat serta regulasi baru liga mengenai ketiadaan latihan resmi (official training) di stadion merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh kontestan musim ini.
"Saya pikir musim ini menjadi tantangan baru bagi seluruh tim karena liga memutuskan tidak memberikan kesempatan bagi klub tandang maupun tuan rumah untuk melakukan latihan terakhir di lapangan (stadion). Namun ini bukan masalah, kami sudah mengetahuinya sebelum ini," ujar Osmar Loss.
Pelatih asal Brasil itu menjelaskan bahwa dalam situasi jadwal yang sangat rapat, fokus utama tim pelatih adalah menjaga kondisi kebugaran dan proses pemulihan (recovery) para pemain. Menurutnya, pemulihan fisik yang efektif jauh lebih krusial dibandingkan porsi latihan yang berat di lapangan.
"Kadang-kadang ketika kita memiliki jadwal yang padat dan harus memainkan banyak pertandingan dalam beberapa hari, pemulihan adalah latihan terbaik yang bisa kita lakukan. Kami percaya telah bekerja keras dalam dua hari sebelumnya, dan hari ini kami bisa memanfaatkan waktu untuk pemulihan agar berada dalam level yang sempurna untuk pertandingan," tegasnya.
Dengan manajemen pemulihan fisik yang disiplin, Dewa United optimistis mampu menjaga konsistensi performa dan meraup hasil maksimal dari tiga laga krusial ini.