BEKASI – Sriwijaya FC U19 berhasil mencuri satu poin dalam laga perdana Grup D Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 setelah menahan imbang tuan rumah Garudayaksa FC U19 dengan skor 1-1 di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Kamis (2/4).
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Laskar Wong Kito Muda sempat unggul lebih dulu lewat gol Ghimas Tiar pada menit ke-52. Namun, respon cepat ditunjukkan sang lawan yang berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-60 melalui aksi Muhammad Iqbal. Meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-77 menyusul kartu merah pemain Garudayaksa U19, Roman Badawi, Sriwijaya FC U19 gagal menambah keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Menanggapi hasil imbang tersebut, pelatih Sriwijaya FC U19, Bblitz Tarigan, mengakui bahwa keunggulan jumlah pemain di menit-menit akhir tidak menjamin kemenangan mutlak. Ia menyoroti kondisi psikologis para pemain mudanya yang masih beradaptasi dengan atmosfer kompetisi resmi.
"Penampilan pertama katanya selalu berat. Saya sudah bilang ingin menghapus mitos itu, ternyata gagal karena anak-anak masih merasa berat menghadapi pertandingan pertama," ujar Bblitz Tarigan usai laga.
Bblitz menambahkan bahwa meskipun kualitas lapangan sangat baik, hal tersebut tidak serta merta memudahkan pemain jika faktor mental belum stabil. Rasa gugup atau nervous menjadi kendala utama bagi timnya untuk tampil lepas.
Secara teknis, eks pelatih Persija U16 ini menilai skema permainan yang ia instruksikan sebenarnya sudah berjalan dengan baik di lapangan. Sriwijaya FC U19 tercatat menciptakan banyak peluang, namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
"Secara sistem jalan, hanya masalah eksekusi. Eksekusinya tidak akurat, mungkin karena masalah nervous tadi karena ini pertandingan pertama," jelasnya.
Hasil ini menjadi modal awal bagi Sriwijaya FC U19 untuk mengarungi fase grup EPA Championship U19. Bblitz Tarigan menegaskan akan melakukan evaluasi, terutama pada ketenangan pemain di depan gawang, agar pada laga selanjutnya peluang yang tercipta bisa dikonversi menjadi kemenangan.