MALANG - Perjalanan karier pemain baru Arema FC untuk musim baru 2026/27, Diego Luiz Landis membawanya melintasi beberapa negara sebelum akhirnya berlabuh di Indonesia.
Sebelumnya dia pernah merasakan atmosfer sepak bola Eropa bersama tim B FC Porto, berkompetisi di Thailand, hingga menghabiskan musim terakhirnya di Liga Super Malaysia bersama Terengganu FC.
Kini, petualangan baru dimulai bukan sekadar mencari klub baru setelah kontraknya berakhir di Malaysia, tetapi juga kesempatan merasakan atmosfer sepak bola Indonesia yang selama ini menarik perhatiannya.
Seperti diketahui sebelum keputusan hijrah ke Malang, dia lebih dulu mencari banyak informasi mengenai Arema FC. Salah satu sumber terdekatnya adalah Gabriel Silva, rekan senegara yang lebih dulu menjadi bagian dari tim.
"Dia menceritakan tentang klub ini kepada saya dan hanya mengatakan hal-hal yang baik serta positif. Jadi, saya sangat senang mendengarnya. Setelah berbicara dengannya dan juga dengan jajaran tim pelatih saya, istri saya, dan semuanya memutuskan untuk datang," tutur pemain asal Brasil itu.
Selain mendengar cerita tentang Arema FC, dia juga mulai mengikuti sejumlah laga BRI Super League musim lalu. Menurutnya, atmosfer pertandingan dan antusiasme suporter menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya ingin merasakan langsung bermain di kompetisi Indonesia.
Apalagi sebagai bek tengah, ternyata dia memiliki pengalaman yang jarang dimiliki pemain bertahan lainnya.
Saat masih bermain di Thailand, dia beberapa kali mendapat tugas yang tidak biasa. Dalam kondisi tim tertinggal dan membutuhkan gol, pelatih memintanya meninggalkan lini belakang untuk membantu serangan sebagai penyerang.
"Jadi, saya akhirnya maju ke depan untuk bermain sebagai penyerang tengah. Namun, itu bukan posisi asli saya. Itu hanya beberapa menit saja," kata Diego Landis.
Selain itu dengan postur tubuhnya yang mencapai 193 sentimeter membuatnya kerap menjadi andalan dalam duel udara di kotak penalti lawan. Namun, dia menegaskan bahwa tugas tersebut hanyalah situasi khusus dan bukan posisi yang biasa ia mainkan.
Sementara itu di balik perekrutan pemain berusia 28 tahun itu, Arema FC memiliki pertimbangan yang matang. Pengalaman bermain di berbagai negara dinilai menjadi modal penting untuk membantu tim di bawah asuhan pelatih Marcos Santos.
"Kami menyambut Diego Landis sebagai bagian dari keluarga besar Arema FC. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kualitas, pengalaman, dan memperkuat kedalaman skuat di lini belakang," ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Kini setelah diperkenalkan dan latihan bersama Arema FC, dia menambah ketangguhan baru di jantung pertahanan mereka pada musim 2026/27.
"Kami percaya Diego memiliki karakter bermain yang sesuai dengan kebutuhan tim untuk menghadapi kompetisi yang panjang," pungkasnya.