BEKASI – Pelatih Persiba Balikpapan U19, Aidin Elmi, menjadikan hasil minor di laga pembuka Grup A Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 sebagai bahan evaluasi besar. Fokus tim kini beralih sepenuhnya untuk menghadapi pertandingan kedua melawan Persiraja Banda Aceh U19 yang akan digelar di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (4/4).
Pada pertandingan perdana, Persiba Balikpapan U19 harus mengakui keunggulan PSS Sleman U19 dengan skor tipis 2-3. Laga tersebut berjalan sangat dinamis.
Persiba U19 sempat memimpin melalui gol Fabio Royyan pada menit ke-21 sebelum disamakan oleh Albert Theo di menit ke-37. Setelah tertinggal 1-2 di babak kedua melalui gol Fadistya Firdaus (77'), Persiba U19 menunjukkan daya juang luar biasa dengan menyamakan skor menjadi 2-2 lewat Edrick Raka tepat pada menit ke-90. Sayangnya, konsentrasi yang menurun di detik-detik akhir membuat Albert Theo kembali mencetak gol pada menit ke-91, sekaligus mengunci kemenangan untuk lawan.
Menanggapi hasil tersebut, Aidin Elmi mengungkapkan adanya kendala non-teknis yang memengaruhi performa anak asuhnya. Ia menyebut timnya "terlambat panas" karena perjalanan dari penginapan yang memakan waktu hampir dua jam, sehingga pemain tidak sempat melakukan pemanasan yang ideal.
Selain itu, masa persiapan yang hanya dua minggu membuat tim belum memiliki kerangka skuat yang matang. "Tiga gol dari musuh rata-rata karena kesalahan pemain sendiri," ujar Aidin.
Menatap laga hari Sabtu melawan Persiraja Aceh U19, Aidin menganggap pengalaman di laga pertama sebagai modal penting untuk memahami kondisi lapangan. Meski belum mengetahui secara detail kekuatan lawan, ia optimistis skuat Beruang Madu Muda bisa tampil lebih maksimal.
"Hari Sabtu mudah-mudahan bisa curi poin. Kami belum tahu kekuatan musuh, tapi yang penting kami sudah tahu kondisi lapangan. Saya anggap pertandingan pertama ini uji coba karena kami tidak tahu lapangan. Mudah-mudahan hari Sabtu bisa lebih maksimal," pungkasnya.