BEKASI – Langkah awal Persipura Jayapura U19 dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 2026 harus terhenti setelah menelan kekalahan tipis 1-0 dari Kendal Tornado FC U19. Bertanding di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Kamis (2/4), tim muda Mutiara Hitam belum berhasil mengamankan poin perdana mereka di Grup C.
Gol tunggal kemenangan Kendal Tornado FC U19 dicetak oleh Arya Rangga Parusha, yang sekaligus menjadi pembeda dalam pertandingan ketat tersebut.
Menanggapi hasil negatif tersebut, pelatih kepala Persipura U19, Ridwan Rifai Djafar S. Bauw, mengungkapkan bahwa kekalahan ini tidak terlepas dari minimnya jam terbang para pemain muda Papua di level kompetisi nasional.
"Banyak pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi resmi setelah sekian lama tidak berpartisipasi dalam ajang seperti Piala Soeratin atau kompetisi. Alhasil minim pengalaman bertanding mengakibatkan munculnya beberapa kesalahan dasar di lapangan yang merugikan tim. Saya rasa tim ini dinilai masih dalam proses menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan yang digunakan pada turnamen ini," ujar Ridwan Rifai selepas laga.
Meskipun menelan kekalahan, Ridwan Rifai menekankan pentingnya pembenahan kolektif sebelum melakoni laga selanjutnya. Ia menyoroti tiga aspek teknis yang harus segera diperbaiki: organisasi saat menyerang, organisasi saat bertahan, serta kualitas transisi permainan yang dianggap masih kurang.
"Untuk evaluasi ya pasti dari mulai kiper, belakang, tengah, sampai depan semua harus kita evaluasi. Poin utamanya adalah organisasi menyerang dan bertahan, serta transisi kita yang masih kurang," tambahnya.
Menatap laga berikutnya melawan PSMS Medan U19 pada hari Minggu mendatang, tim pelatih akan fokus pada pemulihan fisik pemain.
"Dengan waktu yang sempit, kami fokus bagaimana menjaga kondisi anak-anak dan melakukan recovery agar siap menghadapi PSMS Medan U19," pungkasnya.