Tumbang 0–2 dari Java United, Oscar Bruzon Soroti Tumpulnya Lini Serang

Tumbang 0–2 dari Java United, Oscar Bruzon Soroti Tumpulnya Lini Serang

30 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 BHAYANGKARA LAMPUNG FC

SEMARANG -- Rekor tak terkalahkan Bhayangkara Presisi Lampung FC akhirnya terhenti di pekan kedelapan BRI Super League 2026/27. Bertandang ke Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (30/10) sore, tim berjuluk The Guardians of Saburai tersebut harus mengakui keunggulan tuan rumah Java United FC dengan skor 0-2.

Dua gol kemenangan Java United dicetak oleh Yakob Sayuri pada menit ke-11 dan Lukas Brambilla di menit ke-88 lewat skema serangan balik cepat. Hasil ini memaksa Bhayangkara FC menelan kekalahan perdana mereka musim ini setelah dalam tujuh laga sebelumnya berhasil mencatatkan rekor unbeaten.

Pelatih Kepala Bhayangkara FC, Oscar Bruzon tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga. Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, timnya sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik dan mampu memegang kendali permainan sejak menit awal.

"Pada analisis permainan, kami mulai dengan sangat baik. Kami mengontrol permainan, bermain di area lawan, dan menciptakan kesempatan pertama," ujar Oscar Bruzon dalam sesi jumpa pers pascapertandingan.

Namun, kelengahan di garis pertahanan pada awal babak pertama menjadi petaka bagi Bhayangkara FC. Umpan silang mendatar Ciro Alves dari sisi kanan sukses dimanfaatkan Yakob Sayuri untuk membobol gawang tim tamu.

"Namun lewat skema counter attack, lawan memanfaatkan celah di sisi kanan kami dan berhasil mencetak gol pembuka. Dari situ, permainan menjadi lebih sulit bagi kami karena lawan menumpuk banyak pemain di belakang bola," jelasnya.

Meski menguasai 64 persen aliran bola dan melepaskan hingga 15 tembakan ke gawang Jorge Meurer, dominasi Bhayangkara FC terbukti tumpul. Peluang-peluang emas dari Mauricio Vera hingga tembakan terukur Moussa Sidibé di menit-menit akhir gagal membuahkan hasil.

Oscar menyoroti tumpulnya penyelesaian akhir para pemain depan, terutama di area final third, serta minimnya kontribusi dari sektor sayap.

"Harus diakui pada sepertiga akhir pertahanan lawan, kami tidak efektif. Kami mencoba membongkar pertahanan mereka, tetapi hari ini pemain flank/winger seperti Dejan dan Allano kurang maksimal. Kami banyak melepaskan tembakan, mendominasi aliran bola, tetapi perbedaannya terletak pada efektivitas di kedua kotak penalti," tegas juru taktik berusia 49 tahun tersebut.

Ia menambahkan bahwa perbedaan mencolok pada laga ini adalah bagaimana Java United mampu mengkapitalisasi minimnya peluang menjadi gol, sementara timnya menyia-nyiakan dominasi sepanjang 90 menit.

"Kami tidak klinis di kotak penalti lawan, sedangkan lawan berhasil mengkapitalisasi dua peluang yang mereka miliki menjadi gol melalui serangan balik. Ini adalah evaluasi bagi kami, karena di sepak bola dominasi saja tidak cukup, yang terpenting adalah memenangkan pertandingan," kata Oscar.

Di penghujung babak kedua, keputusan untuk tampil lebih menyerang demi mengejar ketertinggalan justru berbuah gol kedua bagi Java United lewat aksi Lukas Brambilla di menit ke-88.

"Ada dua masalah utama, pertama, kesalahan defensif pada gol pertama. Kedua, ketika permainan terlalu terbuka di babak kedua untuk mengejar ketinggalan, kami terkena counter attack di menit-menit akhir," pungkas mantan pelatih East Bengal tersebut.

Hasil minor ini menahan posisi Bhayangkara FC di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 11 poin.