JAKARTA - Persija akan menjalani perjalanan baru di musim 2026/27 bersama Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut disambut positif oleh dua pemain Macan Kemayoran, Witan Sulaiman dan Rayhan Hannan.
Keduanya bukan sosok yang asing dengan karakter kepemimpinan Shin Tae-yong. Witan memiliki pengalaman cukup panjang bekerja sama dengan STY, baik saat membela tim nasional kelompok umur maupun senior. Sementara itu, Rayhan pernah berada dalam arahan STY ketika memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2024.
Witan berharap bisa segera memulai persiapan dan memberikan kemampuan terbaiknya. Ia bertekad bisa mendapatkan peran penting dalam skuat Persija musim depan.
"Tentunya saya antusias dengan hadirnya STY ini. Saya menantikan latihan perdana dan bisa sukses bersama Persija,” kata Witan.
Pemain asal Palu tersebut pun sangat mengapresiasi apabila STY mampu memadukan pemain berpengalaman dengan talenta muda dalam komposisi tim. Menurutnya, kombinasi tersebut dapat memberikan keseimbangan sekaligus memperkuat kedalaman skuat.
“Sebagai pemain yang lebih berpengalaman, saya rasa sangat bagus bisa membantu kedalaman skuat,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran Shin Tae-yong menjadi tantangan sekaligus kesempatan baru bagi Rayhan Hannan yang akan menjalani musim keempatnya bersama tim senior Persija.
Sejak promosi ke tim utama pada BRI Liga 1 2023/24, Hannan telah merasakan arahan dari beberapa pelatih dengan karakter berbeda di setiap musimnya. Mulai dari Thomas Doll (2023/24), Carlos Pena (2024/25), hingga Mauricio Souza (2025/26), sebelum kini bersiap bekerja bersama STY.
Bagi Hannan, pergantian pelatih merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang harus dihadapi seorang pemain. Hal terpenting baginya adalah mampu beradaptasi dengan cepat dan terus berkembang di bawah arahan setiap pelatih.
“Hal itu di luar kontrol saya, saya tidak bisa mengontrol siapa pelatihnya. Yang terpenting adalah bisa beradaptasi dengan cepat dan mengikuti instruksi pelatih. Jika diberikan kesempatan untuk belajar dengan pelatih yang berbeda, saya pasti akan terus belajar dan berkembang,” tutur Hannan.