JAKARTA – I.League terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan integritas sepak bola nasional melalui penyelenggaraan Educational Programme – Sports Integrity Matters, yang digelar secara daring pada 8–9 Desember 2025.
Program edukasi ini merupakan bagian dari pemenuhan aspek Club Licensing, khususnya pada aspek Sporting, yang wajib diikuti oleh klub-klub peserta kompetisi profesional di Indonesia, baik itu BRI Super League 2025/26 dan Pegadaian Championship 2025/26. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran klub terhadap pentingnya menjaga integritas pertandingan serta mencegah praktik-praktik yang merusak nilai fair play.
Educational Programme ini menghadirkan narasumber dari Asian Football Confederation (AFC) dan PSSI, yakni Yazid Zakaria (AFC) dan Rahmawan (PSSI). Keduanya memaparkan materi komprehensif terkait integritas olahraga, pengaturan skor (match fixing), serta dampak serius dari pelanggaran integritas terhadap sepak bola secara keseluruhan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pengaturan skor dapat terjadi melalui berbagai bentuk, antara lain kesepakatan atau konspirasi, kesengajaan untuk kalah atau tampil di bawah kemampuan, penerapan hukum permainan secara keliru dengan sengaja, hingga gangguan terhadap sarana dan prasarana pertandingan. Motif di balik praktik tersebut umumnya berkaitan dengan keuntungan finansial ilegal melalui aktivitas taruhan maupun kepentingan prestasi olahraga, seperti promosi atau menghindari degradasi.
Materi juga menekankan dampak jangka panjang dari pelanggaran integritas yang berkelanjutan, mulai dari rusaknya reputasi kompetisi, menurunnya kepercayaan dan jumlah penggemar, kerugian ekonomi, hingga terhambatnya perkembangan bakat pemain. Kondisi ini dinilai dapat mengancam masa depan sepak bola jika tidak dicegah secara sistematis.
Sejalan dengan fokus AFC dalam menegakkan integritas sepak bola, program ini menegaskan kembali nilai-nilai inti olahraga, seperti fair play, prestasi yang diraih berdasarkan kemampuan, serta ketidakpastian hasil pertandingan sebagai esensi utama kompetisi. Klub diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam setiap aspek pengelolaan tim dan pertandingan.
Kegiatan pada 8 Desember 2025 diikuti oleh sejumlah klub, antara lain Deltras FC, PSBS Biak, Madura United FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, Semen Padang FC, dan Persiba Balikpapan. Sementara itu, sesi 9 Desember 2025 dihadiri oleh klub-klub lainnya seperti Bali United FC, Sriwijaya FC, PSM Makassar, Malut United FC, Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persis Solo, Borneo FC Samarinda, Persita Tangerang, PSMS Medan, serta klub-klub dari Pegadaian Championship.
Melalui penyelenggaraan Educational Programme – Sports Integrity Matters ini, I.League berharap seluruh klub peserta kompetisi memiliki pemahaman yang selaras terkait integritas sepak bola dan mampu menerapkannya secara konsisten. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem kompetisi yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.