BEKASI — Persik Kediri U16 sukses menobatkan diri sebagai kampiun Elite Pro Academy (EPA) Super League U16 2026. Macan Putih Muda berhasil menumbangkan Persis Solo U16 lewat babak adu penalti dengan skor 5-3, setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal 2x40 menit di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Sabtu sore (16/5).
Usai laga, pelatih kepala Persik Kediri U16, Astino, tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya. Meski menyebut ada faktor keberuntungan, ia sangat mengapresiasi mentalitas anak asuhnya yang mampu keluar dari tekanan laga final yang begitu besar.
"Alhamdulillah ya, bisa juara. Saya rasa itu nasib bagus jugalah. Jujur saya juga enggak begitu expect ya, anak-anak sempat agak nervous di awal. Tapi mereka bisa keluar dari tekanan setelah 10 menitan," ungkap Astino.
Persik Kediri U16 sebenarnya sempat mendominasi jalannya pertandingan. Namun, keasyikan menyerang justru membuat mereka kebobolan lewat skema serangan balik cepat dari Persis Solo U16.
Meskipun tertinggal di babak pertama, Astino memuji ketenangan skuatnya yang tidak panik dan sukses menyamakan kedudukan di babak kedua.
"Saya happy karena respon anak-anak setelah babak pertama habis. Kita ketinggalan padahal menguasai pertandingan. Tapi mereka tetap tenang, tetap kalem, tetap percaya diri sampai akhirnya bisa cetak gol balasan. Habis itu tetap main menyerang. Walaupun enggak cetak gol lagi (di waktu normal), tapi alhamdulillah menang di adu penalti," jelasnya.
Menariknya, Astino membeberkan fakta unik di balik kesuksesan babak adu penalti Persik Kediri U16. Dari lima eksekutor yang sukses menjalankan tugasnya, empat di antaranya justru berangkat dari bangku cadangan. Keberanian para pemain pengganti ini menjadi kunci krusial kemenangan mereka.
"Ada pemain-pemain yang performanya biasa aja, tapi begitu di final mereka step up. Bahkan, lima penendang penalti kita itu cuman satu pemain yang memang main dari awal. Sisanya, empatnya itu memang pemain cadangan semua," beber Astino bangga.
"Mereka baru main beberapa menit di lapangan tapi bisa nendang penalti dengan tenang dan cetak gol di tengah pressure. Menurut saya itu apresiasi banget buat anak-anak," tambahnya.
Bagi Astino, laga tensi tinggi seperti ini adalah kawah candradimuka yang sangat baik untuk perkembangan pesepak bola muda. Ia juga memberikan respek setinggi-tingginya kepada Persis Solo U16 yang telah menyajikan perlawanan luar biasa sepanjang laga.
"Pada intinya, saya bilang ke anak-anak, di pertandingan besar seperti inilah kalian belajar meng-handle pressure. Ada beberapa pemain yang tidak keluar kemampuan terbaiknya di final ini, ya itu jadi pelajaran buat mereka," tutur Astino.
"Selamat juga buat Persis Solo. Mereka main sangat bagus, sangat baik, pertandingan berjalan dengan seru. Ya mudah-mudahan dari sini bisa keluar banyak talenta-talenta, pemain-pemain bagus buat Tim Nasional Indonesia," pungkasnya optimistis.