Persipura U19 Taklukkan PSMS U19 dalam Laga Penuh Emosi

Persipura U19 Taklukkan PSMS U19 dalam Laga Penuh Emosi

6 April 2026

EPA CHAMPIONSHIP U19 2026 PERSIPURA JAYAPURA U19

BEKASI – Persipura Jayapura U19 berhasil mengamankan kemenangan tipis 3-2 atas PSMS Medan U19 dalam laga lanjutan EPA Championship U19 2026 yang berlangsung dramatis di Lapangan 2 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Minggu (5/4). Meski harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak kedua, tim Mutiara Hitam Muda sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Persipura U19 membuka keunggulan dengan cepat melalui aksi Firman Kogoya pada menit ke-8. Memasuki babak kedua, laga semakin memanas ketika pencetak gol pembuka, Firman Kogoya, harus keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah pada menit ke-58.

Meski kalah jumlah pemain, Persipura U19 justru sempat menambah pundi-pundi gol melalui Hosea Loho pada menit ke-48 dan Wikson Tapani pada menit ke-63. Di sisi lain, PSMS U19 terus memberikan perlawanan sengit melalui gol balasan yang dicetak oleh Daniel Pedrosa Lubis (59') dan Arkan Alyuza (75'), namun upaya tim Ayam Kinantan Muda untuk menyamakan kedudukan kandas hingga laga usai.

Pelatih kepala Persipura Jayapura U19, Ridwan Rifai Djafar S. Bauw, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil maksimal ini, meski ia memberikan catatan keras terhadap kedisiplinan pemainnya.

"Ya, mengucap syukur saya kepada Yang Maha Kuasa, kita masih diberi kemenangan. Padahal kita banyak kekurangan di laga ini dan kita harus banyak belajar ini," ungkap Ridwan usai pertandingan.

Ridwan menekankan bahwa faktor emosi menjadi evaluasi utama baginya. Ia menyayangkan kartu merah yang diterima anak asuhnya karena dianggap merugikan kolektivitas tim.

"Kekurangannya itu kita mulai dari emosi. Dari setiap emosi daripada pemain yang harus kita redam. Emosinya harus disalurkan ke tempat yang positif. Bukan untuk lawan, sehingga kartu merah itu merugikan tim," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ridwan menilai kemenangan ini juga dipengaruhi oleh kelengahan lawan yang tampak terlalu santai saat unggul jumlah pemain. "Bukan masalah pemain lebih baik dari lawan, tapi mungkin lawannya yang tidak siap. Karena dia merasa kita kekurangan orang, dia mungkin menganggap dia santai gitu. Padahal dia juga main bagus," pungkas sang pelatih.