BEKASI – Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan skuat PSMS Medan U19 pada pekan kelima Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 Grup C. Sayangnya, meski sempat mengejar ketertinggalan, "Ayam Kinantan Muda" harus mengakui keunggulan Kendal Tornado FC U19 dengan skor tipis 2-3 di Stadion Lapangan 1 Akademi Sepak bola Garudayaksa, Bekasi, Kamis (16/4).
Hasil minor ini membuat PSMS Medan U19 semakin terpuruk di posisi juru kunci klasemen sementara Grup C dengan raihan baru satu poin dari lima pertandingan yang telah dijalani.
PSMS Medan U19 mengawali laga dengan tekanan berat. Di babak pertama, gawang mereka jebol dua kali melalui aksi Joiner Kareth pada menit ke-28 dan Arya Rangga Parusha di menit ke-39. Skor 0-2 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, PSMS U19 menunjukkan karakter "Rap-Rap" yang menjadi ciri khas mereka. Dalam waktu singkat, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui gol Dzibril Javas (67') dan Oka Dwi Caksono (72'). Momentum kebangkitan ini sayangnya sirna setelah pemain Kendal Tornado U19, Rangga Dwi Lesmana, mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-78.
Pelatih PSMS Medan U19, Kas Hartadi, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil tersebut. Meski memuji semangat juang anak asuhnya yang sempat menyamakan skor, ia menyoroti konsentrasi lini belakang yang goyah di menit-menit krusial.
"Secara permainan, saya apresiasi perjuangan anak-anak karena bisa mengejar ketinggalan dari 0-2 menjadi 2-2. Itu tidak mudah. Namun, penyakit lama kembali muncul, yaitu kehilangan fokus setelah berhasil mencetak gol. Gol ketiga lawan seharusnya bisa diantisipasi jika komunikasi berjalan baik," ujar Kas Hartadi usai pertandingan.
Terkait posisi tim yang kini berada di dasar klasemen, pelatih berpengalaman ini menegaskan akan ada evaluasi total. "Kami berada di posisi yang sangat sulit sekarang. Juru kunci dengan satu poin bukan tempat yang layak bagi PSMS U19. Kami harus bekerja ekstra keras di sisa laga jika ingin memperbaiki peringkat." Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajaran pelatih PSMS U19.
Dengan selisih poin yang kian menjauh dari papan atas, Kas Hartadi dituntut segera memulihkan mentalitas para pemain muda Medan sebelum melakoni pekan berikutnya di EPA Championship U19.